Kenapa Satu Mimis Senapan Angin Bisa Stabil Meluncur


Pada saat saya mengawali hoby senapan angin saya, muncul satu pertanyaan. Mengapa bentuk mimis senapan angin tak bulat prima atau berupa lonjong seperti peluru senapan api? Bahkan juga sebelumnya saya mengetahui senapan angin, saya telah lihat deskripsi mimis senapan angin ini pada deskripsi photo rontgen seseorang korban senapan angin serta waktu itu saya terheran-heran dengan bentuk benda ini. Satu mimis senapan angin biasanya didesain sebagai dua buah susunan yang dipadukan jadi satu. Susunan pertama yaitu rok (skirt) serta susunan ke-2 yaitu kepala (head). Alih-alih ke-2 susunan ini dikumpulkan dalam satu silinder yang lurus.

Mereka jadi dikumpulkan dengan bentuk silinder bikonkaf serta diberi nama pinggang (waist). Bentuk ini diberi nama ” diabolo ” atau dua bola. Sisi rok mimis didesain semestinya satu klep penahan hawa. Klep ini bakal terbentuk prima waktu rok mimis mengembang pada laras waktu mimis didorong masuk kedalam laras serta waktu hawa bertekanan memaksa dinding rok membuat cetakan bentuk sisi dalam laras. Klep yang terbentuk ini bakal menahan hawa yang berekspansi cepat (pada senapan angin pneumatik) atau hawa yang menekan cepat (pada senapan angin springer) hingga desakan senapan angin dirasakannya menggerakan mimis ke arah ujung laras. Untuk kepentingan ini jadi diameter rok umumnya lebih lebar dari pada diameter kepala mimis.

senapan angin
Sisi kepala yaitu konsentrasi massa atau berat dari satu mimis. Tak seperti sisi rok senapan angin berongga (hollow), sisi kepala dibuat lebih solid. Bahkan juga untuk design hidung kepala berupa hollow point meskipun, konsentrasi berat mimis masihlah lebih cenderung ke arah kepala. Hal semacam ini utama lantaran titik berat senapan angin ada di depan bakal memberi kestabilan arah waktu meluncur. Seperti shuttlecock badminton senapan angin dipukul dari arah manapun selanjutnya bakal mendarat dengan kepala terlebih dulu.

Pinggang mimis didesain seperti sekarang ini untuk memberi kendala hawa (aerodynamic drag). Kendala ini bakal memberi kestabilan juga pada arah terbang mimis. Hal semacam ini diberi nama feature stabilitas mimis yang ke-2. Gabungan feature mimis ini sendiri bikin design mimis diabolo dengan cara alamiah stabil. Bahkan juga pada laras yg tidak beralur (smooth bore), mimis bakal terbang dengan stabil. Pinggang mimis sendiri mempunyai manfaat lain yakni untuk membatasi kecepatan. Mimis sendiri didesain untuk meluncur dibawah kecepatan nada (di permukaan laut kecepatan nada sekitaran 1096 fps).

Masuk ruang kecepatan nada (transonik, sekitaran 900 fps) atau diatas kecepatan nada (ultrasonik), jadi bakal mengakibatkan masalah kestabilan. Disebutkan kalau pada ruang transonik, mimis bakal alami guncangan (tumbling), dimana mimis akan tidak bergerak lurus selama sumbu terlebih hidung mimis bakal berputar-putar. Pinggang mimis senapan angin menyempit sesungguhnya membuat aliran hawa turbulen di sekitarnya serta mengakibatkan bantalan hawa (air cushion) untuk aliran hawa laminar di sekitarnya. Ekor dari mimis senapan angin dibuat dari mimis ini senapan angin bakal mengakibatkan kendala aerodinamik (aerodynamic drag) ke-2 senapan angin memperlambat kecepatan mimis. Drag ini makin dihadapi apabila ekor mimis makin panjang.