Cara Membuat Anak Mandiri Sejak Dini

anak mandiri

Semua orang tua tentu menginginkan anak mereka menjadi anak mandiri yang tidak bergantung pada orang lain. Seperti banyak hal lain dalam hidup manusia, dalam mewujudkan kemandirian dari dalam diri manusia diperlukan latihan, pembelajaran serta pembiasaan. Dengan melakukan hal tersebut, maka potensi di dalam diri setiap manusia dapat  berkembang secara alami . Proses pembelajaran tersebut tentu saja memerlukan waktu yang berbeda tentunya untuk setiap orang yang dibutuhkan hanya kesabaran dan ketekunan. Lebih dalam tentang kemandirian, maka waktu terbaik untuk mengajarkan dan melatihnya yaitu sejak  anak masih anak kecil dan berusia dini.

Di masa tersebut umumnya berbagai pengajaran dan petunjuk yang diberikan oleh orang tua mudah dipahaminya, disamping itu ia adalah peniru terbaik dengan melihat orang tuanya sebagai panutan. Oleh sebab itu dibutuhkan juga contoh yang baik dan benar dari  Anda, apalagi tentang kemandirian.   Secara umum, kemadirian sendiri merujuk kepada kemampuan seseorang dalam melakukan banyak hal dengan kemampuan sendiri tanpa banyak melibatkan dan menyusahkan orang lain. Kemandirian yang akan sangat berguna di kehidupan anak Anda saat dewasa nanti sebaiknya dilatih sejak dini  sehingga ia mengerti dan terus menanamkannya di dalam dirinya.

Akan tetapi  permasalahannya bukan terletak di situ, karena terkadang anak-anak malas dan sulit sekali untuk mau mengemasi barang-barang sendiri. Selain  mereka belum dapat menentukan mana saja barang-barang yang dapat dibawa, sepertinya anak-anak lebih senang untuk menunggu dikemaskan barang-barang tersebut. Disamping itu bila usia anak-anak Anda dirasa sudah cukup dewasa untuk memegang uang jajan, sebaiknya juga dapat  mulai diberikan tanggung jawab untuk memegang uang jajan dan mengaturnya sendiri.

Tips Melatih Agar Anak Mandiri

Berikut ini beberapa tips untuk melatih kemandirian anak Anda ;

  • Berikan Kepercayaan Untuk Membantu Mengemas Barang

Apabila menurut anda usianya sduah cukup untuk melakukan packing barang sendiri tidak ada salahnya Anda mengajak dirinya untuk melakukan packing sendiri atau membantu Anda. Dengan demikian ia dapat belajar untuk memilih barang bawaan sesuai dengan prioritas. Akan tetapi pastikan Anda menjalankan tugas untuk mengawasinya dan juga sebaiknya Anda siapkan tas travel yang cocok serta menarik untuk ia bawa. Dengan membawa tas travel yang ia sukai tentu saja ia akan lebih bersemangat dalam membantu Anda melakukan packing barang.

  • Biarkan Menentukan Lokasi Liburan Sendiri

Tidak ada salahnya melibatkan anak anda sesekali untuk menentukan lokasi liburan mana yang akan anda kunjungi bersama seluruh anggota keluarga. Dengan diberikan kesempatan memilih, maka anda berarti sudah memberikan kesempatan serta membuatnya untuk berani mempertanggungjawabkan pilihannya sendiri. Anda bisa mendiskusikannya di forum terbuka keluarga secara santai. Saat itu juga anda sekaligus mengajarkan anda bisa menghargai keputusan bersama dan belajar menerima keputusan dan pendapat dari orang lain.

  • Berikan Tanggung Jawab

Menarik juga untuk mengajarkan kemandirian dan tanggung jawab melalui uang jajan. Jika memang usianya sudah mencukupi untuk memegang uang jajan, maka anda bisa memberikan uang jajan sesuai dengan jumlah kesepakatan dari anda dan anak anda. Dengan begitu anda telah memberikannya kesempatan untuk mengatur keuangannya sendiri agar tidak boros. Selama liburan biasanya hasrat untuk jajan dan menghabiskan uang yang dimiliki memang cukup besar, dengan begini anda bisa menekan potensi menjadi boros untuk anak Anda.

Menjadikan Si Kecil Mandiri Tanpa Paksaan

Anak-anak yang mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah tentu saja akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, yang mana tentunya hal ini akan membuat Anda merasa senang mempunyai anak yang seperti itu. Berikut ini beberapa hal dalam mendukung anak belajar mandiri;

  • Latih Anak Mengatasi Masalahnya

Langkah pertama yang penting diberikan pada anak anda adalah dengan membantu anak mengidentifikasi masalahnya sendiri. Hal ini adalah hal penting yang perlu dilakukan pertama, dengan mengetahui masalah yang sesungguhnya anda akan dapat membantu anak untuk menentukan hal yang selanjutnya bisa ia lakukan. Misalkan ketika anak bertengkar dengan temannya, minta anak untuk duduk bersabar dan tanyakan masalah apa yang sebenarnya terjadi, jika masalahnya dipicu karena salah paham, maka anda bisa meminta anak untuk kembali bersama dengan teman-temannya dan bermain bersama kembali.

  • Jangan Biarkan Ikut Campur Dengan Hal Yang Tidak Benar

Ketika anak menengahi pertengkaran teman-temannya. Maka, coba hargai pendapat anak dan berikan mereka kepercayaan bahwa ia akan dapat menemukan solusinya. Berikan anak anda waktu untuk dapat menengahinya. Meski tak jarang hal ini akan membuat ia berlari dan meminta bantuan orang dewasa untuk dapat menyelesaikan konflik, akan tetapi tetap berikan ruang dan kepercayaan.

Saat anda datang menghampiri anda untuk meminta bantuan agar bisa menengahi pertengkaran temannya, cobalah ajukan beberapa pertanyaan padanya. Dengan begini, umumnya anak-anak akan dapat menerima solusi yang diusulkan oleh orang dewasa.

  • Bantu Si Kecil Mempunyai Empati

Anak dengan usia 3-4 tahun sudah mulai bisa menunjukan rasa empatinya terhadap oranglain. Jadi, jangan heran ketika ia melihat kucing atau temannya disakiti ia akan menangis atau kesal. Akan tetapi, terkadang juga masih muncul sifat egosentrisnya pada si anak. Nah, untuk mengasah kemampuan si anak mengenali perasaan orang lain, maka ajaklah balita anda untuk mengenali bahasa tubuh dan ekspresi yang dimunculkan oleh temannya. Dengan begitu, anak mandiri akan dapat menghindari dan menentukan perbuatannya terhadap orang lain sehingga masalah bisa dijauhi.